Berikut 10 Langkah Menyusun Peta Hidup yang Harus Kamu Perhatikan

Tak terasa waktu terus berjalan dan kini sudah memasuki awal tahun 2022. Memasuki tahun baru, kita jadi tersadarkan akan perjalanan yang telah dilalui pada tahun sebelumnya, dan mulai meraba-raba akan arah yang harus dilalui nanti.

Apakah Quipperian sedang galau dan bimbang, karena bingung dengan masa depan? Misalnya, kamu bingung apakah harus kuliah atau bekerja? Kuliah di mana? Jurusan apa? Lalu, ingin berkarier di bidang apa? Mau bekerja sebagai pegawai atau membuka bisnis sendiri?

Meski seluruh pertanyaan di atas sulit untuk dijawab, tapi bukan berarti kamu menjadi abai terhadapnya. Untuk bisa menjawab seluruh pertanyaan tersebut, sekarang saatnya kamu untuk mulai menyusun rencana, dan menyusun peta hidupmu secara mandiri.

Kunci utama dalam membuat peta hidup adalah mengenal diri dengan lebih baik. Bagaimana karakter diri kita, apa yang kita sukai dan tidak kita sukai, keunggulan dan kelemahan dalam diri, hingga bakat serta minat yang kita miliki.

Cara Menyusun Peta Hidup

Agar tidak bingung, berikut tahapan yang perlu kamu perhatikan saat menyusun peta hidup.

1. Mengenal diri melalui Tes Minat Bakat

Tes Minat Bakat gratis bisa kamu ikuti melalui website Quipper Campus. Tes ini sangat dianjurkan untuk kamu yang masih bingung dengan minat dan bakat yang kamu milik. Tes dari Quipper ini membaca minat dan bakat seseorang melalui Teori Kepribadian RIASEC, yang menggolongkan kepribadian seseorang pada 6 karakter utama, yakni realistic, investigative, artistic, social, enterprising, dan conventional.

Selain itu, pada akhir tes, terdapat 10 rekomendasi jurusan dan karier yang bisa kamu jadikan referensi. Rekomendasi ini disesuaikan dengan hasil tes minat bakat kamu ya.

2. Mengenal diri melalui Tes Kecerdasan Majemuk

Setelah kamu lebih mengenal karakter diri melalui Tes Minat Bakat, kamu bisa lanjut mengerjakan Tes Kecerdasan Majemuk. Menurut Ahli Psikolog dari Harvard University Howard Gardner, kecerdasan manusia itu terbagi menjadi 9 jenis, bukan sebatas jago Matematika atau olahraga aja.

Melalui tes ini, kamu akan mengetahui kecerdasan dominan kamu. Kalau sudah tahu, kamu bisa dengan mudah untuk mengembangkannya dan memanfaatkan setiap kelebihan tersebut sebagai fondasi awal dalam mengejar cita-citamu.

3. Mengenal diri melalui tes lainnya di Quipper Campus

Selain dua tes yang telah disebutkan tadi, Quipper Campus juga menyediakan berbagai tes menarik terkait kepribadian yang bisa kamu ikuti secara gratis di halaman Uji Potensi. Tes tersebut meliputi:

Mengenal diri sendiri dengan baik adalah hal yang penting Quipperian. Apalagi untuk bisa menentukan tujuan dan menyusun peta hidup.

Jika kamu sudah lebih mengenal dirimu saat ini, yuk sekarang kita mulai masuk ke ruang imajinasi.

4. Bayangkan dirimu dalam 5 tahun lagi

Tahap paling awal adalah membayangkan dirimu dalam 5 tahun ke depan. Jika saat ini kamu berusia 17 tahun, kira-kira saat usia 22 tahun, apa yang kamu bayangkan?

Sebagai contoh, harapanku saat usia 22 tahun adalah lulus kuliah dengan prestasi cumlaude dari perguruan tinggi ternama. Agar harapan tersebut dapat tercapai, apa yang harus dilakukan?

Usia 18 tahun: lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan diterima di Jurusan Teknik Informatika Universitas Gadjah Mada (UGM)
Usia 19 tahun: Mendapatkan beasiswa prestasi dari kampus dan ikut olimpiade mahasiswa
Usia 20 tahun: IPK minimal 3,75
Usia 21 tahun: Magang di perusahaan information technology (IT) internasional
Usia 22 tahun: Lulus dengan predikat cumlaude

5. Bayangkan dirimu dalam 10 tahun lagi

Melanjutkan mimpi berikutnya, kira-kira apa yang saya harapkan akan terjadi 10 tahun ke depan, saat usia saya 27 tahun?

Pada usia ini, sangat wajar kalau kita mulai bermimpi tentang karier dan perjalanan di dunia kerja. Sebagai contoh, adalah memiliki usaha secara mandiri dan melanjutkan S2.

Dari mimpi ini, kita coba menyusun tahapan yang harus dilakukan agar hal itu dapat tercapai.

Usia 23 tahun: merintis usaha IT pengembangan aplikasi game
Usia 24 tahun: aplikasi dapat diakses di App Store
Usia 25 tahun: aplikasi mendapatkan rating 4,5 dan diakses 10.000 orang
Usia 26 tahun: mendapatkan pendanaan untuk pengembangan bisnis
Usia 27 tahun: aplikasi diakses 100.000 orang dan lulus S2

6. Bayangkan dirimu dalam 30 tahun lagi

Dalam 30 tahun yang akan datang, usiamu sudah mencapai 47 tahun. Kira-kira apa yang kamu lakukan pada usia tersebut? Apakah kamu sudah menikah dan memiliki anak? Bagaimana pencapaian karier dan usaha yang kamu kembangkan?

7. Bayangkan dirimu dalam 50 tahun lagi

Tak berhenti di sana, kamu juga bisa membayangkan dirimu 50 tahun lagi, atau saat usia sudah mencapai 67 tahun. Di titik tersebut, perjalan hidup sudah memasuki usia senja. Kira-kira, kehidupan masa tua seperti apa yang kamu bayangkan? Mempunyai keluarga besar, beserta cucu dan cicit? Apakah masih aktif berkarier atau menghabiskan waktu di dunia pendidikan? Kehidupan pensiun seperti apa yang kamu inginkan?

8. Berpikir secara terukur

Ternyata, banyak mimpi besar yang telah kamu bayangkan bukan? Agar mimpi tersebut bukan sebatas angan-angan, pastikan setiap target yang kamu susun sudah kamu pikirkan dengan baik dan yang pastinya terukur.

Terukur itu artinya, kamu telah mempertimbangkan latar belakang yang ada dalam dirimu sebelum menentukan peta hidupmu. Itulah tujuan awal kenapa kita perlu mengenal karakter diri terlebih dulu. Kalau kamu lemah di mata pelajaran Matematika dan tidak menyukainya, tentu sejak awal akan sulit untuk melanjutkan pendidikan di Jurusan Teknik Informatika. Oleh karena itu jangan membuat mimpi kosong ya.

9. Buat target yang spesifik

Untuk mempermudah dalam menyusun peta hidup, tentunya semakin spesifik mimpi kita, akan semakin jelas langkah yang akan diambil. Hindari menulis sesuatu seperti, ingin menjadi orang yang sukses dan berhasil.

Kamu perlu menyusun target yang spesifik, karena hidup sukses itu banyak definisinya. Seseorang yang memiliki perusahaan bisa dikatakan sukses, seseorang yang berhasil naik jabatan juga bisa dikatakan sukses. Lalu, bagaimana sukses menurut versimu?

10. Tulis dan gambar peta hidupmu

Tujuan membuat peta hidup adalah agar hidup kita menjadi lebih terarah, dan gambaran masa depan menjadi terlihat lebih jelas. Dengan begitu, kamu tidak salah dalam melangkah.

Nah, kalau sudah memiliki rencana untuk masa depanmu, sekarang saatnya kita menulis dan menggambarkannya, agar terlihat semakin nyata.

Gunakan kertas ukuran besar, agar seluruh catatan dan rencana hidupmu dapat tertulis di dalamnya. Selanjutnya, kamu dapat membuat kotak-kotak, atau garis kehidupan, sesuai dengan rencana hidup yang ingin kamu gambarkan.

Jika kamu ingin menyusun peta hidup sampai kamu tua nanti, susunlah tahapan tersebut dengan gaya yang kamu sukai. Tulis setiap target yang ingin kamu capai dengan rapi. Agar lebih menarik, kamu bisa menggunakan stiker, atau pensil warna dan menambahkan gambar ilustrasi di dalam peta hidupmu.

Terakhir, tempelkan hasil karya peta hidupmu di dinding kamar, agar bisa kamu lihat dan dapat terus memacu semangatmu. Selamat mencoba!

Penulis: Fatia Qanitat
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani