Home » Quipper Campus » Campus Life » 5 Masalah Pangan dan Gizi yang Sering Salah Dimengerti, Termasuk Pola Diet

5 Masalah Pangan dan Gizi yang Sering Salah Dimengerti, Termasuk Pola Diet

by ardy_quipper

masalah pangan dan gizi

Quipperian, di tengah kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, masalah pangan dan gizi merupakan isu penting karena berkaitan dengan kesehatan tubuh kita. Nah, sadarkah kamu jika selama ini ada beberapa masalah pangan dan gizi yang sering salah dimengerti di tengah masyarakat?

Beberapa masalah tersebut dibahas pada acara Agriculture, Food, and Society (AFS) Mini Simposium yang mengangkat tema Food in People’s life Beyond Nutrition. Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Pangan dan Nutrisi (Food Science and Nutrition), Fakultas Bio Sains (School of Life Sciences) Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L)

Tujuan acara adalah untuk mengedepankan sains dalam mencari, mengolah dan menyampaikan informasi seputar pangan dan gizi. Acara mini simposium ini diharapkan dapat meminimalisir kesimpangsiuran informasi seputar makanan dan nutrisi.

Masalah Pangan dan Gizi yang Sering Salah Dimengerti

Melalui mini simposium tersebut, dibahas beberapa simpang siur informasi seputar masalah pangan dan gizi yang ada di tengah masyarakat, yakni:

Food fraud

Kamu pernah dengar istilah food fraud? Pada dasarnya, food fraud merupakan tindakan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara mengganti atau menambahkan bahan berbahaya atau tidak seharusnya pada pangan, penyajian pangan yang keliru, hingga pelabelan atau pemberian informasi produk yang salah. Contoh food fraud adalah penggunaan antibiotik berlebihan. 

Sebelum acara berlangsung, i3L melakukan survei secara online. Hasilnya, banyak responden yang masih tidak sadar akan food fraud dan tidak dapat mengidentifikasi jika hal itu terjadi pada mereka. Maka, melalui pengetahuan yang didapatkan pada simposium tersebut, konsumen bisa lebih berhati-hati dengan hal ini. 

Pola diet

Quipperian, penting banget lho buat kamu ketahui bahwa pola diet sejatinya tidak bisa disamakan karena setiap orang punya kebutuhan yang berbeda. Nah, zaman sekarang ini banyak informasi dari figur atau influencer yang nggak sesuai dengan teori atau bukti ilmiah atau regulasi tentang pola diet. Hal semacam ini dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap program pemerintah dalam meningkatkan konsumsi makanan ideal bagi masyarakat. 

Faktanya, memang tidak ada satu cara atau diet yang paling sehat untuk semua orang. Banyak yang mengidamkan tubuh langsing dan sehat tetapi justru terjebak dengan pilihan program diet dan gaya hidup yang kurang tepat. 

Baca juga: Mengenal Ketahanan Pangan dan Hubungannya dengan Pandemi Covid-19

Makanan organik 

Selain itu, simposium ini juga membahas tentang makanan organik (organic food) dan vegetarian serta vegan diet yang mana topik-topik itu sedang naik daun. Sebagian besar dari responden survei yang dilakukan i3L mengaku mengetahui tentang topik tersebut, tetapi sayangnya tidak sedikit responden yang masih belum paham betul bahkan keliru.

Vegetarian dan vegan

Apakah kamu vegetarian atau vegan? Dalam menjadi vegetarian dan vegan, banyak yang belum menyadari lho pentingnya keseimbangan gizi. Tidak ada salahnya memang menjadi vegetarian dan vegan, tetapi masyarakat perlu menyadari pentingnya untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan diet tersebut. Contohnya, pemenuhan kebutuhan zat besi karena bioavailabilitas yang rendah di plant-based diet.

Kesimbangan gizi

Jika bicara tentang food/nutrition label, kalori dan kadar lemak kerap menjadi hal terpenting yang jadi perhatian. Padahal seharusnya, konsumen perlu memperhatikan nutrition label, tidak hanya kalori, tetapi semua aspek nutrisi di dalamnya. Tujuannya agar dapat menentukan pilihan makanan yang lebih bijak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. 

Nah, gimana? Semakin sadarkah kalau masalah pangan dan gizi adalah masalah yang penting? Maka, belajar tentang pangan dan gizi di perguruan tinggi juga merupakan pilihan yang jitu! Tidak salah kalau kami memilih i3L sebagai tempat belajar menyenangkan tentang pangan dan gizi.

Melalui berbagai kegiatan termasuk penugasan survei dan mini simposium, kreativitas dan kemandirian mahasiswa dalam mengeksplorasi fenomena pangan dan gizi di masyarakat akan meningkat. Selain itu, kegiatan semacam itu dapat meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat ilmiah di depan umum. 

“Para mahasiswa  juga menyampaikan kepuasannya atas hasil yang dicapai dari survei dan mini-simposium,” kata Siti Muslimatun, Dosen Agriculture, Food and Society i3L.

Yuk belajar pangan dan gizi di i3L! Seperti namanya, i3L adalah kampus dengan standar internasional. Terdapat 2 fakultas di i3L yaitu School of Life Sciences dan School of Business. Untuk Fakultas School of Life Sciences, terdapat enam pilihan program sarjana yakni Food Science and Nutrition, Biotechnology, Bioinformatics, Biomedicine, Pharmacy, dan Food Technology.

Lalu, terdapat empat pilihan program sarjana di School of Business yaitu Business and Entrepreneurship in Life Sciences, Creative Digital Marketing, International Applied Accounting, dan International Business Management. Bagi yang tertarik menimba ilmu lebih dalam, apa pula program S2 Biomanagement

Baca juga: International Business Management, Prodi Kekinian Favorit Mahasiswa Baru

Kalau kamu penasaran sama kampus ini, klik tombol Profil Lengkap Kampus di bawah ini ya!

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com

Penulis : Tim Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L)/Diolah oleh Tisyrin Naufalty T
Editor : Tisyrin Naufalty T

Lainya untuk Anda