Apa Itu Elastisitas Pendapatan? Pahami Definisi dan Cara Menghitungnya!

Quipperian, apa yang dimaksud dengan elastisitas pendapatan? Elastisitas pendapatan adalah tingkat perubahan respon yang merujuk pada permintaan suatu barang (X) akibat perubahan pendapatan konsumen; baik menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Faktanya elastisitas pendapatan ini merupakan salah satu pembahasan penting di mata pelajaran ekonomi yang akan dipelajari di kelas 10. 

Bukan cuma itu, nantinya elastisitas pendapatan akan memiliki peran besar di dunia bisnis karena menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi pebisnis untuk mengelola permintaan dan penjualan produk untuk konsumen yang nantinya bisa menghasilkan strategi yang tepat sasaran bagi bisnisnya tersebut.

Nah, elastisitas pendapatan ini merupakan kebalikan dari elastisitas silang ya, Quipperian. Agar bisa memperdalam materi ini, yuk kita simak materi elastisitas pendapatan yang sudah disiapkan oleh Quipper!

Pengertian Elastisitas Pendapatan

Elastisitas pendapatan atau yang disebut juga dengan income elasticity adalah tingkat perubahan respon yang merujuk pada permintaan suatu barang (X) akibat perubahan pendapatan konsumen; baik menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. 

Tidak dapat dipungkiri, pendapatan memang sangat mempengaruhi daya beli konsumen sehingga akan berdampak pada permintaan barang-barang tertentu.

Ketika pendapatan konsumen meningkat, biasanya permintaan barang-barang tertentu akan ikut meningkat juga. Pasalnya, dengan pendapatan yang lebih banyak, maka semakin banyak pula uang yang digunakan untuk belanja. 

Karena bisa jadi, seiring dengan kenaikan pendapatan, seseorang juga melakukan upgrade terhadap barang-barang yang dipakainya. 

Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa jumlah barang yang diminta memiliki hubungan positif dengan pendapatan konsumen. 

Namun dalam beberapa kasus, ada pula beberapa barang yang permintaannya justru naik ketika pendapatan konsumen sedang mengalami penurunan.

Terdapat 2 kategori barang yang dibagi berdasarkan tingkat permintaan konsumen yaitu barang elastis dan barang tidak elastis. Barang elastis merujuk pada barang-barang yang dapat digantikan saat konsumen tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membelinya. 

Contohnya adalah baju, mobil, buku, atau boneka. Barang-barang ini disebut elastis karena konsumen akan tetap bisa bertahan hidup walaupun tidak membelinya saat pendapatannya menurun. 

Yang kedua adalah barang tidak elastis. Barang kategori ini merupakan barang-barang yang harus dimiliki konsumen, karena mereka kesulitan untuk mencari barang penggantinya. 

Contoh dari barang tidak elastis adalah makanan pokok, bensin, gas alam, dan sebagainya. 

Rumus Elastisitas Pendapatan

Eits… Quipperian tidak perlu khawatir memikirkan rumus elastisitas pendapatan, karena cara menghitung perubahan permintaan barang berdasarkan pendapatan seseorang ini hampir sama dengan menghitung elastisitas silang. Berikut ini adalah rumus elastisitas pendapatan (IE):

(% Jumlah Permintaan Barang) : (% Perubahan Pendapatan)

Berdasarkan hasil elastisitas pendapatan, kita dapat membagi barang ke dalam 2 klasifikasi berikut ini:

  • Barang akan disebut sebagai barang normal jika elastisitasnya lebih dari 0 (IE > 0, kuantitas permintaan meningkat saat harga naik). 
  • Barang akan disebut sebagai barang inferior apabila elastisitasnya kurang dari 0 (IE < 0, peningkatan pendapatan menurunkan kuantitas permintaan).

Nah, cukup simpel kan rumusnya, Quipperian? Setelah ini, akan ada cara menghitung elastisitas pendapatan yang lebih jelas dan mendetail agar kamu lebih cepat paham.

Cara Menghitung Elastisitas Pendapatan

Setelah mengetahui rumus dari elastisitas pendapatan, sekarang Quipperian harus mengetahui langkah-langkah yang harus dikerjakan agar bisa mendapatkan hitungan yang akurat:

1. Hitunglah Rata-rata Perubahan Pendapatan Konsumen Setiap Tahunnya

Kamu harus melakukan sedikit riset pasar untuk mendapatkan rata-rata perubahan pendapatan konsumen dari tahun ke tahun. 

Misalnya, sebuah bisnis penjualan smartphone ingin mengatur strategi dan mempersiapkan biaya produksi dengan mengetahui elastisitas pendapatan. 

Setelah melakukan riset, pebisnis tersebut menemukan bahwa pendapatan rata-rata konsumen tahun ini adalah Rp60.000.000 per tahun. 

Sedangkan setahun yang lalu pendapatan rata-ratanya Rp50.000.000 per tahun. Di sini dapat kita lihat bahwa pendapatan rata-rata konsumen mengalami kenaikan.

2. Bandingkan Permintaan Produk yang Terjual dengan Tahun Sebelumnya

Selanjutnya adalah pengumpulan data barang yang terjual saat ini dan membandingkannya dengan tahun sebelumnya. Misalnya, permintaan smartphone naik dari 10.000 menjadi 20.000 barang yang terjual.

3. Analisis Perubahan Permintaan Barang dan Pendapatan 

Setelah mengetahui data-datanya secara lengkap, kini kita bisa menghitung perubahan permintaan dan juga pendapatan konsumen dari tahun sebelumnya.

Perubahan permintaan barang dari 10.000 menjadi 20.000 memiliki arti permintaan barang yang naik adalah:

= (jumlah barang tahun ini) : (jumlah barang tahun lalu) x 100%

= (20.000 : 10.000) x 100% 

= 200% 

Kemudian, perubahan pendapatan konsumen adalah:

= (selisih pendapatan konsumen) : (pendapatan tahun sebelumnya) x 100%

= (10.000.000 : 50.000.000) x 100%

= 20%

4. Masukkan Hasil yang Didapat Menggunakan Rumus Elastisitas Pendapatan

Langkah selanjutnya adalah menggunakan rumus elastisitas pendapatan dengan hasil data yang didapatkan dari hitungan-hitungan sebelumnya. Sebagai pengingat, berikut ini adalah rumus Elastisitas Pendapatan (IE):

= (% jumlah permintaan barang) : (% perubahan pendapatan)

= 200% : 20%

= 10%

Dari hasil elastisitas pendapatan sebesar 10% tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa pendapatan konsumen yang meningkat dapat menaikkan permintaan smartphone juga.

Contoh Elastisitas Pendapatan

Quipperian, elastisitas pendapatan seringkali dipengaruhi juga dengan jenis barangnya. Meskipun pendapatan masyarakat menurun, mereka akan tetap membeli minyak goreng karena barang tersebut sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari atau bisnis mereka. 

Namun, minyak goreng juga bisa menjadi barang inferior saat masyarakat memiliki peningkatan pendapatan. Saat mereka memiliki uang lebih banyak, maka mereka akan berpikiran untuk mengganti minyak goreng tersebut dengan minyak kelapa sawit atau olive oil yang lebih mahal dan lebih baik untuk kesehatan.

Faktor-Faktor yang Dapat Memengaruhi Elastisitas Pendapatan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil elastisitas pendapatan yaitu:

1. Harga Jual Produk Itu Sendiri

Harga jual barang sangat mempengaruhi elastisitas pendapatan. Apalagi jika barang tersebut merupakan kebutuhan pokok yang sulit untuk dicari penggantinya.

2. Harga Produk Pelengkap/ Komplementer

Barang pelengkap merupakan barang-barang yang harus digunakan bersamaan dengan barang yang harus dilengkapinya. Jika tidak, barang ini tidak dapat digunakan secara maksimal dan mempengaruhi harga penjualannya.

3. Harga Produk Pengganti/ Substitusi

Barang pengganti yang sangat cocok untuk menggantikan barang utama bisa mempengaruhi harga jual masing-masing barang tersebut. Misalnya saja, masyarakat bisa mengganti beras dengan kentang yang sama-sama berfungsi sebagai sumber karbohidrat yang mengenyangkan.

4. Selera/ Minat Konsumen

Minat dan selera konsumen terhadap suatu kelompok barang sangat mempengaruhi elastisitas pendapatan. Jika preferensi masyarakat adalah barang yang berkualitas baik dan mahal, bisa jadi barang mewah memiliki peningkatan permintaan yang lebih tinggi daripada barang inferior.

Penerapan Elastisitas Pendapatan

Dengan menghitung elastisitas pendapatan, pebisnis dapat mengetahui dengan pasti kapan harus menaikkan produksi barang mewah atau memperlambat produksi barang inferior.

Ketika keadaan ekonomi negara sedang dalam keadaan yang sangat baik, bisnis barang mewah dan mahal bisa menarik minat konsumen yang pendapatannya sedang sejahtera juga. 

Saat itu pula, perusahaan akan menghindari untuk memproduksi barang-barang inferior karena pasti permintaannya akan jatuh. Demikian pula sebaliknya.Wah, ternyata elastisitas pendapatan ini sangat penting sekali untuk memutuskan strategi penjualan pebisnis. Supaya lebih paham dengan pembahasan ekonomi ini, kamu bisa langsung cek materi tentang elastisitas dan juga elastisitas silang yang disiapkan Quipper Blog ya, Quipperian! Selamat belajar.

Penulis: Tami Kira