Pemberontakan Andi Azis – Sejarah Kelas 12

 

Pemberontakan Andi Aziz

Hola, Quipperian! Tentu saja masih semangat belajar, dong, meskipun sudah memasuki akhir tahun? Apalagi buat kamu yang kelas 12, harus terus on fire, karena masih banyak ujian-ujian yang akan kamu hadapi, mulai dari SNMPTN, SBMTPN, UN, sampai ujian lainnya.

Nah, supaya kamu belajarnya tetap seru dan fun, kali ini Quipper Blog mau membahas materi Sejarah tentang Pemberontakan Andi Azis, nih. Ayo, siapa yang belum tahu tentang pemberontakan yang satu ini? Yuk, langsung saja simak pembahasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis

Pemberontakan Andi Azis merupakan upaya perlawanan yang dilakukan oleh Andi Azis, yakni seorang mantan perwira KNIL. Kala itu, ia berusaha untuk mempertahankan keberadaan Negara Indonesia Timur (NIT) karena enggan bergabung dengan NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Andi Azis berpendapat bahwa para perwira APRIS harus bertanggung jawab atas gangguan keamanan yang terjadi di NIT, sebab menurut Azis, pemerintah adalah dalang dari gangguan tersebut.

Pemberontakan ini terjadi di Ujungpandang, Makassar pada 5 April 1950 diawali dengan konflik Sulawesi Selatan pada bulan yang sama. Konflik ini terjadi karena adanya ketegangan antara masyarakat yang pro federal dan yang anti federal.

Sehingga, pada 5 April 1950, Pemerintah Indonesia mengutus pasukan TNI dari Jawa untuk mengamankan daerah tersebut. Tetapi, kedatangan TNI ini dianggap mengancam kelompok masyarakat yang pro federal. Akhirnya, masyarakat yang pro federal ini bergabung di bawah komando Andi Azis dan membentuk pasukan bernama “Pasukan Bebas.”

Tujuan Pemberontakan Andi Azis

Secara umum, tujuan ini bertujuan untuk mempertahankan NIT. Dalam aksinya, Andi Azis tidak bergerak sendiri, tetapi dibantu juga oleh Sultan Hamid II (dalang pemberontakan APRA) dan Belanda. 

Upaya Pemerintah Menumpas Pemberontakan Andi Azis

Dalam memberantas pemberontakan ini, Pemerintah Indonesia melakukan beberapa upaya, yakni:

  1. Pada 8 April 1950, Pemerintah Indonesia memberikan ultimatum yang isinya memerintahkan Andi Azis untuk segera melaporkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya ke Jakarta dalam waktu 4 x 24 jam.
  2. Andi Azis diperintahkan untuk menarik semua pasukannya dan menyerahkan semua senjata, serta membebaskan para tawanan.

Nyatanya, semua ultimatum di atas tidak dipenuhi oleh Andi Azis. Untuk itu, Pemerintah Indonesia pun mengirim pasukan TNI di bawah pimpinan Kolonel Alex Kawilarang. Pertempuran pun terjadi pada tanggal 26 April 1950. 

Dalam waktu singkat, pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh TNI di bawah pimpinan Kolonel Alex Kawilarang. Andi Azis pun ditangkap dan diadili di Yogyakarta. Nah, ternyata Quipperian, setelah diusut, pemberontakan ini didalangi oleh Dr. Soumokil, yakni dalang Pemberontakan RMS.

Nasib Negara Indonesia Timur 

Pada kala itu, ada beberapa dampak Pemberontakan Andi Azis yang juga akhirnya membentuk nasib Negara Indonesia Timur. Apa saja?

  1. Ir. P. D Diapri, Perdana Menteri NIT kala itu mengundurkan diri karena tidak setuju dengan pemberontakan Andi Azis.
  2. Ir. Putuhena diangkat menggantikan Ir. Diapri. Ia merupakan tokoh yang pro republik.
  3. Sukawati, Wali Negara NIT, pada 21 April 1950 mengumumkan jika NIT bersedia untuk gabung dengan NKRI.

Quipperian, itulah sekilas mengenai Pemberontakan Andi Azis. Semoga pembahasan Quipper Blog di atas cukup membantu kamu, ya. Nah, kalau kamu masih mau belajar materi ini lebih dalam atau materi lainnya, boleh banget lho, bergabung dengan Quipper Video.

Quipper Video menyediakan ragam materi dari berbagai mata pelajaran lewat para tutor kece yang akan mengajari kamu melalui video, rangkuman, dan latihan soal. Penasaran seperti apa? Buruan daftarkan diri, ya!

 

Penulis: Serenata