Revolusi Industri – Sejarah Kelas 11

Revolusi Industri

Halo, Quipperian! Bagaimana kabar kamu semua? Semoga di tahun baru ini kamu masih semangat untuk belajar, ya. Apalagi, buat kamu yang di kelas 11, sebentar lagi akan naik ke kelas 12 dan menghadapi ujian-ujian.

Nah, kali ini Quipper Blog mau mengajak kamu untuk belajar tentang revolusi industri, nih. Apa itu revolusi industri dan sejak kapan terjadi? Supaya bisa memahami lebih baik, yuk kita simak pembahasan dari Quipper Blog tentang revolusi industri di bawah ini!

Sejarah Revolusi Industri

Revolusi industri adalah perubahan dalam bidang ekonomi yang sangat cepat. Perubahan ini dimulai dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri, ditandai dengan perubahan menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai, yang sebelumnya menggunakan tangan atau manual.

Revolusi industri dimulai di Inggris pada tahun 1780-an dalam kegiatan pertanian dan menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam memproduksi makanan. Sejak saat itu, hasil pertanian di Inggris bisa diproduksi dalam jumlah besar dengan tenaga kerja yang sedikit dan harga produk yang terjangkau.

Meski awalnya revolusi industri dimulai di Inggris, tetapi kemudian revolusi ini menyebar ke seluruh Eropa. Negara Eropa yang selanjutnya mengikuti jejak Inggris ialah Belgia, Prancis, dan Jerman. Negara-negara ini mendirikan sekolah-sekolah untuk ahli teknik dan menyediakan dana untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan rel kereta api. Dampaknya, pada tahun 1850 jaringan rel kereta api sudah menyebar dan menghubungkan seluruh daratan Eropa.

Tak hanya merebak di Eropa, jejak revolusi industri pun diikuti oleh Amerika Serikat yang kala itu sudah jadi negara merdeka. Revolusi industri di Amerika Serikat banyak terjadi dalam bidang transportasi sehingga bisa mengubah negara tersebut jadi satu pasar tunggal besar bagi barang-barang hasil industri.

Penyebab Revolusi Industri

Faktor kunci yang jadi penyebab revolusi industri di Inggris ialah karena negara Inggris mampu untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan di pasaran dengan harga yang terjangkau.

Dengan menghasilkan produk menggunakan mesin, kebutuhan pasar dapat terpenuhi dengan baik dibandingkan jika menggunakan cara tradisional atau manual. Proses inilah yang menjadi penyebab adanya revolusi industri di Inggris.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang jadi penyebab revolusi industri, yakni:

  • Situasi politik yang stabil.
  • Inggris kaya akan bahan tambang seperti batu bajar, timah, biji besi, dan lain-lain.
  • Penemuan baru di bidang teknologi.
  • Arus urbanisasi yang besar karena Revolusi Agraria di pedesaan.

Dampak Revolusi Industri

Revolusi industri memicu adanya urbanisasi. Di London, populasi meningkat sejak adanya revolusi industri. Selain itu, populasi industri juga menciptakan kelas menengah baru yakni para pemilik pabrik, pemilik bank, dan keluarga mereka. 

Kelompok masyarakat baru ini jadi bagian dari golongan elite kota dan bersama dengan itu, mereka berusaha membedakan diri mereka dengan kaum buruh yang bekerja di pabrik.

Selain itu, berikut ini dampak lainnya yang sangat terasa bagi manusia dalam berbagai bidang, yakni:

  • Munculnya industri secara besar-besaran.
  • Mutu hidup jadi meningkat dan dinamis.
  • Harga barang-barang kebutuhan jadi murah.
  • Berkembangnya kapitalisme modern.
  • Adanya dorongan golongan kapitalis untuk menjalankan imperialisme modern.

Pengaruh Revolusi Industri bagi Perkembangan Pergerakan Indonesia

Quipperian, revolusi industri pun memberi dampak langsung bagi masyarakat Indonesia ketika masa pemerintahan Inggris yang kala itu dipimpin oleh Raffles, lho. Saat itu, pemerintah Inggris menerapkan berbagai kebijakan yang mendorong masyarakat di Hindia Timur untuk berubah dari masyarakat tradisional menjadi industri.

Caranya, Raffles memberikan kebebasan rakyat untuk menanam tanaman yang ingin ditanam dengan harapan rakyat bisa berusaha semaksimal mungkin. Belanda berharap bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan dari pola ekonomi ini. Namun, sistem ini pada akhirnya dihentikan oleh Belanda.

Revolusi industri baru benar-benar terjadi di Hindia Belanda pada masa Ekonomi Terbuka 1870. Saat itu, sistem ekonomi memungkinkan masuknya investor asing ke Hindia Belanda untuk mendirikan perkebunan atau pabrik. Teknologi kemudian diterapkan dalam pabrik-pabrik untuk menekan harga produksi agar lebih murah.

 

Quipperian, itulah pembahasan dari Quipper Blog mengenai revolusi industri. Gimana, sudah cukup membantu kamu? Kalau belum, silakan gabung Quipper Video di sini, ya! Kamu akan belajar bareng para tutor kece lewat video, rangkuman, dan latihan soal. Tunggu apa lagi? Buruan gabung, ya!

Penulis: Serenata

 



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar