Home » Mapel » Sosiologi » Teknik Pengumpulan Data Kualitatif – Sosiologi Kelas 10

Teknik Pengumpulan Data Kualitatif – Sosiologi Kelas 10

by sereliciouz

Foto: freepik.com

Hai, Quipperian!

Apa kabar, nih? Enggak terasa ya, sudah bulan September. Kamu sudah dua bulan mengikuti pembelajaran jarak jauh, lho! Gimana rasanya? Semakin rindu belajar di sekolah enggak, sih? Huft. Quipper Blog doakan supaya kamu tetap semangat dan tidak kehilangan motivasi belajar, ya!

Belajar di rumah tentu saja membuat kamu punya akses lebih luas untuk mengerjakan tugas-tugasmu. Saat kamu mendapatkan tugas, kamu pasti tertolong karena bisa mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dengan kecanggihan gadget, ya kan?

Eits, ternyata, pengumpulan data itu ada tekniknya lho, Quipperian! Teknik pengumpulan data akan kamu temui dan pelajari dalam pelajaran Sosiologi di bangku kelas sepuluh. Seperti apa ya kira-kira? Apakah sama seperti kamu mengumpulkan data dari internet? Kali ini, Quipper Blog akan membahas tentang teknik pengumpulan data kualitatif.

Pengumpulan Data Apa yang Dilakukan Dalam Sosiologi?

Foto: pexels.com

Sebelumnya, kamu harus mengetahui bahwa Sosiologi merupakan sebuah ilmu. Ada empat syarat yang harus terpenuhi untuk dapat dikatakan sebagai ilmu. Dari sini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Sosiologi ialah kumpulan sejumlah pengetahuan (syarat pertama) yang tersusun secara sistematis (syarat kedua) dengan menggunakan pemikiran atau teori yang sudah ada sebelumnya (syarat ketiga) dan bersifat objektif (syarat keempat).

Secara lebih detail lagi, Sosiologi adalah ilmu sosial yang mempelajari masyarakat dengan ciri empiris, teoretis, kumulatif, dan nonetis.

Nah, sebuah ilmu pengetahuan tentu saja memiliki metode kerja secara umum, yakni prosedur berpikir secara teratur yang digunakan pada suatu penelitian agar dapat diperoleh sebuah kesimpulan dengan dasar suatu anggapan atau hipotesis tertentu.

Jadi, dalam rangka mendapatkan sebuah kesimpulan tersebut, peneliti harus melakukan penelitian terhadap gejala-gejala yang ada dalam masyarakat dengan teknik pengumpulan data tertentu.

Apa Itu Teknik Pengumpulan Data Kualitatif?

Foto: pexels.com

Teknik pengumpulan data yang dilakukan terhadap gejala-gejala dalam penelitian tentu saja harus disesuaikan dengan jenis data yang ada. Misalnya, apabila gejala yang diteliti sulit untuk diukur dengan angka, maka metode penelitian yang dibutuhkan adalah metode kualitatif. Dengan metode tersebut, tentu saja akan dihasilkan data kualitatif.

Teknik pengumpulan data kualitatif adalah informasi dari hasil penelitian yang tidak bisa diukur dengan angka ataupun ukuran lainnya yang bersifat pasti. Contoh teknik pengumpulan data kualitatif adalah hasil penelitian terhadap sistem kekerabatan masyarakat Sunda.

Metode Penelitian Bagi Data Kualitatif

Foto: pexels.com

Soerjono Soekanto (1989) menyebutkan tiga metode penelitian bagi data jenis ini, yaitu:

1. Metode historis

Metode satu ini menggunakan analisis terhadap peristiwa yang terjadi pada masa lalu untuk merumuskan prinsip-prinsip umum. Misalnya, revolusi yang terjadi di masa lalu dijadikan rumusan terhadap akibat dari revolusi tersebut di masa kini.

2. Metode komparatif

Metode selanjutnya, sesuai namanya, membandingkan beragam jenis masyarakat sekaligus dengan bidangnya untuk mendapatkan hasil berupa perbedaan, persamaan, serta penyebabnya.

3. Metode studi kasus

Metode ketiga mempelajari gejala dalam masyarakat sedalam-dalamnya untuk menelaah suatu kondisi dalam sebuah kelompok, komunitas, lembaga, dan lain-lain.

Teknik Pengumpulan Data Kualitatif

Foto: pexels.com

Dalam rangka melakukan pengumpulan data kualitatif, ada beberapa cara, yaitu:

1. Observasi

Observasi merupakan pengamatan dengan mendengar serta melihat gejala yang diteliti. Teknik pengumpulan data satu ini dapat membantu peneliti mendapatkan identifikasi terhadap gejala yang ditelitinya. Observasi terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

  • Observasi partisipatoris

Saat seorang peneliti melakukan observasi partisipatoris, peneliti akan memposisikan dirinya dalam masyarakat seperti layaknya anggota dari masyarakat yang ditelitinya itu.

  • Observasi non-partisipatoris

Saat seorang peneliti melakukan observasi non-partisipatoris, peneliti memberikan jarak di antara dirinya dengan masyarakat yang ditelitinya.

2. Wawancara

Kamu pasti tidak asing dengan teknik pengumpulan data satu ini. Meskipun bukan teknik baru, tapi wawancara masih tetap banyak dilakukan dalam penelitian karena sangat berpengaruh terhadap kualitas data primer dalam penelitian bersifat kualitatif. Wawancara terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Wawancara terstruktur

Dalam wawancara terstruktur, peneliti mengajukan pertanyaan kepada narasumber sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkannya, tanpa dikurangi ataupun ditambahkan.

  • Wawancara semi-struktur

Dalam wawancara semi-struktur, peneliti mengajukan pertanyaan kepada narasumber dengan pegangan berupa panduan wawancara. Ia dapat menggali lebih banyak informasi sesuai dengan jawaban narasumber.

  • Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur biasanya dilakukan secara spontan tanpa adanya daftar maupun panduan pertanyaan.

3. Studi literatur

Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mencarinya melalui dokumen-dokumen penting yang berhubungan dengan gejala yang diteliti. Tidak hanya tulisan, gambar juga bisa menjadi sumbernya, lho. Lalu, bukan hanya tulisan akademis seperti jurnal saja, tetapi tulisan lain seperti laporan jurnalistik.

Baiklah, Quipperian. Itu dia ulasan tentang teknik pengumpulan data kualitatif mulai dari definisi, metode, hingga caranya. Gimana, apakah kamu tertarik melakukan penelitian dengan teknik pengumpulan data kualitatif? 

Jangan lupa subscribe Quipper Video supaya belajar kamu makin asyik dan seru, ya. Sebab, kalau kamu sudah join, kamu bisa akses berbagai materi mata pelajaran melalui tayangan video dari pengajar profesional, rangkuman, dan latihan soal. Buruan daftar!

[spoiler title=SUMBER]

Penulis: Evita

Lainya untuk Anda