Rincian Biaya Kuliah yang Perlu Kamu Ketahui

Quipperian, tahukah kamu? Sebelum masuk ke dunia perkuliahan, kamu tidak hanya cukup mencari tahu seluk-beluk tentang jurusan dan universitas yang menjadi tujuanmu. Namun, kamu juga perlu mengetahui tentang biaya kuliah yang harus kamu bayarkan nanti agar dapat menyesuaikan dengan kemampuan. Oleh karena itu, wajib bagi kamu untuk memahami jenis-jenis biaya kuliah dan juga rincian biaya kuliah di beberapa universitas di Indonesia. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Rincian Biaya Kuliah

Biaya kuliah yang terdiri dari beberapa komponen dengan rincian sebagai berikut:

Uang Pangkal

Uang pangkal adalah uang yang harus dibayarkan mahasiswa baru di awal masuk kuliah. Biaya ini juga dikenal dengan istilah uang gedung atau uang pembangunan dan hanya dibayarkan satu kali bersamaan dengan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 1 atau saat melakukan daftar ulang.

Besaran uang pangkal yang wajib dibayarkan pun berbeda-beda tergantung dari universitas dan jurusan yang kamu ambil. Misalnya, kamu mengambil Jurusan Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran melalui jalur mandiri, uang pangkal yang harus kamu bayar berkisar di angka Rp50.000.000, kemudian di Binus University untuk Fakultas Ekonomi dan Komunikasi uang pangkalnya sekitar Rp38.000.000.

Biasanya, semakin bergengsi jurusan dan universitas yang kamu pilih, semakin besar pula uang pangkalnya. Selain itu, uang pangkal di universitas negeri umumnya dipengaruhi oleh jalur seleksi masuk. Contohnya, jika kamu masuk Ilmu Hukum Unpad melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), kamu akan dibebaskan dari uang pangkal.

Dengan nominal yang cukup besar, untunglah beberapa universitas memperbolehkan mahasiswanya untuk menggunakan sistem cicilan dalam membayar uang pangkal. Misalnya biaya perkuliahan Ilmu Gizi di Universitas Esa Unggul, memiliki total biaya Rp21.800.000 termasuk uang pangkal, biaya semester 1 (UKT, UTS, dan UAS), biaya kegiatan sebelum perkuliahan, dan jas almamater, dapat diangsur beberapa kali, dengan angsuran pertamanya sebesar Rp6.500.000 dan sisa angsuran per bulannya sebesar Rp5.100.000. Tentu saja ya Quipperian, hal tersebut sangat membantu meringankan para mahasiswa.

Baca juga : Galau karena nggak Lulus SBMPTN dan pusing dengan Biaya Kuliah jadi Lebih Mahal? Tenang, Ini Solusi Ampuhnya!

UKT dan BOP

Di samping uang pangkal, terdapat UKT dan BOP. Berbeda dengan uang pangkal yang memiliki nominal besar dan dibayarkan pada awal kuliah saja, UKT dan BOP merupakan biaya yang harus dikeluarkan selama kamu masih berkuliah di suatu universitas. 

Lebih jelasnya, UKT atau Uang Kuliah Tunggal adalah biaya kuliah yang perlu dibayarkan mahasiswa pada tiap semester. Biasanya, pembayaran dilakukan ketika mahasiswa memasuki semester baru. UKT sendiri merupakan sistem pembayaran yang telah ditentukan oleh pemerintah. Dengan sistem ini, mahasiswa akan mendapat keringanan biaya kuliah. Mengapa? Sebab UKT dihitung berdasarkan prinsip keadilan, artinya adil terhadap kemampuan setiap mahasiswa dalam membayar biaya kuliah. 

UKT dibagi menjadi beberapa golongan yang disesuaikan dengan pendapatan orangtua. Umumnya, terdapat enam kelompok biaya UKT, yaitu kelompok 1 dengan UKT sekitar Rp500.000, kelompok 2 sekitar Rp1.000.000, kelompok 3 sekitar Rp2.500.000, kelompok 4 sekitar Rp4.000.000, kelompok 5 sekitar Rp5.000.000, dan kelompok 6 sekitar Rp6.000.000. 

Nah, jika sistem UKT menghitung biaya kuliah berdasarkan prinsip keadilan, BOP atau Biaya Operasional Pendidikan menerapkan prinsip berdasarkan pembagian ranah ilmu dan kebutuhan mahasiswa di setiap jurusan. Ranah ilmu per jurusan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu ranah kedokteran, rekayasa, sains, dan sosial-humaniora. 

Pembagian tersebut dilakukan karena setiap rumpun memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Contohnya, ranah sains dan kedokteran tentu memiliki pengeluaran yang lebih besar terkait biaya laboratorium dan praktikum. Lain halnya dengan rumpun sosial-humaniora yang tidak bersentuhan dengan laboratorium dan praktikum, sehingga biaya kuliah yang harus dibayarkan pun lebih sedikit.

Biaya Semester atau SPP

Biaya kuliah per semester? Apa bedanya dengan UKT? Mungkin kamu bertanya-tanya tentang hal ini ya, Quipperian. Jadi, pada dasarnya UKT dan SPP merupakan hal yang sama. Hanya saja istilah UKT mulai diberlakukan sejak tahun 2013, sedangkan SPP atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan sudah digunakan sejak lama. Selain itu, UKT digunakan untuk sistem pembayaran pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menggunakan subsidi pemerintah, sedangkan SPP merupakan sistem pembayaran kuliah untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) karena tidak menggunakan subsidi pemerintah.

Kemudian, perbedaan juga terletak pada pihak yang menetapkan biaya kuliah. Jika UKT diterapkan di PTN berdasarkan Permendikbud No. 55 Tahun 2013, SPP ditetapkan sendiri oleh pihak universitas. Meskipun demikian, pada masa sekarang tidak sedikit PTS yang menerapkan sistem UKT, seperti Universitas Muhammadiyah Palembang.

Biaya SKS

Biaya Sistem Kredit Semester (SKS) adalah biaya yang harus dibayarkan sesuai dengan jumlah SKS yang diambil pada satu semester. Umumnya, biaya SKS ini berlaku untuk PTS. SKS sendiri merupakan beban studi pada setiap mata kuliah. Misalnya, kamu akan berkuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, kamu pun akan bertemu dengan mata kuliah Komunikasi Massa dengan beban 3 SKS, Bahasa Indonesia 2 SKS, Teori Komunikasi 3 SKS, dan sebagainya.

Baca juga : Ingin Mengajukan Pinjaman Dana Pendidikan? Mudah, Yuk Simak Caranya!

Apabila kampusmu menerapkan sistem biaya SKS, kamu harus mengeluarkan uang sejumlah biaya per SKS dikali jumlah SKS yang kamu ambil. Contoh, biaya per SKS Rp100.000 dan kamu mengambil 20 SKS, maka jumlah yang harus kamu bayar adalah Rp2.000.000.

Biaya Praktikum

Sesuai namanya, biaya praktikum adalah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktikum. Oleh karena itu, jurusan-jurusan yang tidak melakukan praktikum tidak membutuhkan biaya ini. Hanya saja untuk Kedokteran, Farmasi, Kimia, Teknik, atau yang berada di rumpun alam sudah pasti terdapat praktikum.

Biaya Tambahan Lain

Selain biaya yang sudah disebutkan di atas, Quipperian juga perlu menyiapkan biaya tambahan lain. Yup, biaya tersebut terkait dengan kebutuhan buku, alat tulis, modul perkuliahan, print makalah, dan sebagainya. Nggak cuma itu, kamu pun harus mempertimbangkan biaya hidup yang terkait dengan biaya transportasi, sewa kos, dan makan sehari-hari. Jadi, pertimbangkan betul-betul ya dalam memilih kampus tujuan.

Rincian Biaya Kuliah Beberapa Universitas di Indonesia

Untuk membantu kamu dalam mempertimbangkan kampus tujuan, berikut adalah rincian biaya beberapa universitas di Indonesia:

1. Biaya Kuliah Universitas Gunadarma

Untuk berkuliah di Universitas Gunadarma terdapat 3 jenis biaya yang harus kamu bayarkan, yaitu biaya per SKS, Uang Sumbangan Pembangunan (USP), dan Biaya Penyelenggara Pendidikan (BPP). Khusus USP terbagi menjadi 3 grade yakni Grade AA, Grade A, dan Grade B. Apabila calon mahasiswa masuk lewat jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), grade akan dilihat berdasarkan prestasi mahasiswa di sekolah. Sementara jika calon mahasiswa masuk lewat jalur reguler, grade akan dilihat berdasarkan nilai ujian masuk.

Baca Juga: Rincian Biaya Kuliah Universitas Gunadarma untuk Semua Jurusan

Setiap mahasiswa wajib membayar 3 komponen biaya pendidikan, pada tahun ajaran 2022/2023 total biaya kuliah hingga lulus di Universitas Gunadarma berkisar Rp40.000.000-Rp50.000.000, untuk biaya per semester berkisar Rp4.000.000-Rp6.000.000 dengan simulasi total 114 SKS.

2. Biaya Kuliah Universitas Bina Nusantara (Binus University)

Komponen biaya kuliah untuk Undergraduate Program di Binus meliputi biaya per semester, biaya lab, biaya peralatan, dan biaya sumbangan (DP3). Binus University sendiri memiliki tiga kampus dengan biaya kuliah yang berbeda-beda.

Untuk Binus Greater Jakarta, total biaya kuliah dari semester pertama hingga akhir yang harus dibayarkan adalah Rp158.540.000-Rp182.540.000. Sementara biaya DP3 sebesar Rp35.000.000-Rp 45.000.000. Dengan begitu, total keseluruhan biaya kuliah sebesar Rp193.540.000-Rp227.540.000.

Baca juga: Rincian Biaya Kuliah Binus University di Setiap Jurusannya

Kemudian untuk Binus Bandung, biaya kuliah yang harus dibayar hingga semester akhir yakni Rp115.780.000 dan DP3 sebesar Rp22.000.000. Total biayanya adalah Rp137.780.000. Terakhir untuk Binus Malang, biaya kuliah yang harus dibayarkan hingga semester akhir yakni Rp103.820.000 dan DP3 sebesar Rp16.500.000. Total biayanya adalah Rp120.320.000.

3. Biaya Kuliah Telkom University

Biaya kuliah di Telkom University dibagi menjadi tiga komponen, yaitu Uang Partisipasi Penyelenggara Pendidikan (UP3), Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler (SDP2), dan Biaya Penyelenggara Pendidikan (BPP). Untuk UP3 dan SDP2 hanya dibayarkan satu kali saat menjadi mahasiswa baru, sementara BPP dibayarkan setiap semester baru.

Baca juga: Rincian Biaya Kuliah Telkom University untuk Semua Jurusan

Untuk biaya pendidikan jalur reguler, UP3 yang harus dibayarkan berkisar antara Rp7.000.000 hingga Rp10.000.000, untuk SDP2 Rp4.000.000 hingga Rp15.000.000, sedangkan untuk BPP berkisar Rp6.000.000 hingga Rp13.000.000. Di samping itu, terdapat jalur seleksi USM dengan biaya UP3 sekitar Rp7.000.000-Rp20.000.000, SDP2 berkisar Rp15.000.000-Rp38.000.000, dan BPP Rp7.500.000-Rp18.000.000.

4. Biaya Kuliah Universitas Islam Indonesia (UII)

Komponen biaya kuliah UII terdiri dari Dana Catur Dharma dan SPP. Besaran Dana Catur Dharma ditentukan berdasarkan nilai kelulusan calon mahasiswa baru dari Paper Based Test (PBT) yang diselenggarakan oleh kampus, yakni PBT Potensi dan PBT Mandiri. Dikutip dari laman UII, perkiraan biaya kuliah UII berkisar Rp30.000.000 hingga Rp190.000.000.

Baca juga: Rincian Biaya Kuliah Lengkap Universitas Islam Indonesia

5. Biaya Kuliah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UYM)

Komponen biaya kuliah UMY terbagi atas biaya SPP tetap dan biaya per semester. Biaya SPP tetap berkisar di angka Rp2.500.000 hingga Rp9.000.000. Kemudian untuk biaya per semester memiliki besaran yang berbeda-beda tergantung jurusannya, tetapi berada pada kisaran Rp7.000.000 hingga Rp106.000.000.

6. Biaya Kuliah Universitas Trisakti

Biaya kuliah untuk program Sarjana di Universitas Trisakti meliputi Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP), Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP), Biaya Praktikum, hingga Dana Kegiatan Mahasiswa (DKM). Biaya pendidikan untuk mahasiswa Warga Negara Asing (WNA) adalah 2 kali jumlah biaya WNI.

Baca juga: Rincian Biaya Kuliah Universitas Trisakti untuk Semua Jurusan

Biaya kuliah Universitas Trisakti tahun ajaran 2022/2023 meliputi biaya SPP berkisar Rp16.00.000–Rp25.000.000. Biaya BPP pokok per semester termasuk SKS berkisar Rp9.000.000 dan biaya per SKS sebesar Rp350.000. Tambahan biaya praktikum berbeda tiap jurusan berkisar Rp3.500.000 hingga Rp50.000.000.

7. Biaya Kuliah Universitas Mercubuana

Total biaya kuliah di Universitas Mercubuana termasuk uang pangkal dan biaya per semester berkisar Rp11.000.000 hingga Rp29.000.000. Biaya tersebut dapat diangsur selama 10 kali dalam kurun waktu satu tahun.

8. Biaya Kuliah Universitas Tarumanegara (Untar)

Komponen biaya kuliah Untar terdiri dari SPP, BPP, dan biaya per SKS. Untuk BPP yang harus dibayarkan berkisar di angka Rp18.000.000 hingga Rp350.000.000, sedangkan untuk BPP Rp7.000.000 hingga Rp28.500.000. Kemudian untuk biaya per SKS adalah Rp400.000. Jika di total, perkiraan biaya kuliah semester 1 di Untar mencapai Rp106.000.000 hingga Rp150.000.000.

Baca juga: Rincian Biaya Kuliah Universitas Tarumanegara untuk Semua Jurusan

Quipperian, itu dia berbagai hal yang harus kamu ketahui tentang biaya kuliah. Sekarang sudah tahu kan, perbedaan uang pangkal, UKT, SPP, BOP, dan sebagainya. Di atas juga terdapat informasi mengenai biaya kuliah di beberapa universitas Indonesia. Semoga bisa membantu kamu dalam mempertimbangkan universitas tujuan ya!

Penulis: Amelia Istighfarah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani