Akan Kuliah ke Luar Negeri? Wajib Lakukan 7 Hal Ini agar Tidak Culture Shock!

culture shock

Salah satu hal yang paling menantang dari berkuliah di luar negeri, bukan hanya pada proses kuliah, ujian atau tugas akhirnya saja, tapi juga gegar budaya alias culture shock yang pasti akan kamu hadapi. Pindah ke tempat baru dengan bahasa, aturan, dan budaya yang masih asing tentu saja pasti akan membuat kamu merasa kaget dan bingung. 

Untuk itu kamu perlu melakukan beberapa hal sebelum dan saat kamu  mulai berkuliah di sana untuk mengurangi culture shock ini. Soalnya kalau tidak diantisipasi dan diatasi, kamu bisa jadi disorientasi, tidak betah, hingga stres yang selanjutnya pasti akan mengganggu kesuksesan kuliahmu. 

Fase-fase Culture Shock

Namun, sebelumnya, kenali dulu fase-fase yang dihadapi seseorang ketika mengalami culture shock yakni meliputi:

  • The honeymoon phase

Ketika kamu baru menginjakkan kaki di negara tujuan kuliah, pastinya kamu akan mulai menjalani hari-hari dengan menyenangkan. Apa yang kamu alami ini layaknya orang yang sedang bulan madu. Semua terasa indah menyambut pengalaman baru seperti mengunjungi berbagai tempat wisata atau mencicipi kuliner. Namun, the honeymoon phase kerap hanya terasa beberapa hari atau minggu saja.

  • The frustration stage

Pada fase inilah kamu mulai akan merasakan stres akibat culture shock. Kamu akan mulai lelah beradaptasi dengan makanan, bahasa, dan budaya negara setempat. Dan, kamu juga akan merasakan homesick. Hal-hal yang akan kamu alami di fase ini misalnya tidak cocok dengan makanan, kesepian, hingga miskomunikasi. 

  • The adjustment phase

Pada fase ini, kamu akan mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru walaupun belum benar-benar merasa nyaman. Ya, kamu akan mulai menyatu dengan lingkungan dan mulai melakukan kebiasaan-kebiasaan seperti warga lokal. Namun, karena kerap masih ada kesalahan yang kamu lakukan, kamu masih  harus lebih banyak belajar. 

  • The deeper adjustment

Tahap ini akan membawamu untuk melakukan penyesuaian yang lebih mendalam. Selain semakin mengenal kebiasaan di negara setempat, kamu juga mulai tahu hal yang membuatmu frustasi sebelumnya. Kamu pun bisa lebih fokus melakukan kegiatan barumu. 

  • The acceptance stage

Inilah tahap akhir yaitu tahap penerimaan. Artinya, kamu tidak lagi menemukan banyak masalah dan sudah merasa nyaman. Kamu sudah bisa melakukan kebiasaan seperti yang dilakukan orang-orang di negara tempatmu kuliah. Perihal kebiasaan ini, kamu juga sudah pandai memilah mana kebiasaan baru yang baik diterapkan. Kamu akan memadukannya dengan kebiasaan lamamu.

Itulah gambaran fase bagaimana seseorang mengalami culture shock. Nah, bagi Quipperian yang akan kuliah ke luar negeri, wajib lakukan 7 hal ini agar tidak culture shock.     

Kuliah di Indonesia atau Malaysia? Ini Pertimbangannya!

7 Tips Agar Tidak Mengalami Culture Shock

1. Cari tahu informasi lebih lengkap tentang aturan, budaya dan gaya hidup di sana

Hal yang wajib kamu cari tahu dengan baik adalah aturan baik tertulis maupun tidak tertulis, budaya, dan gaya hidup di negara tujuanmu. Cari tahu bagaimana harus memperlakukan teman, dosen, orang yang lebih tua, orang yang lebih muda, cara orang di sana menjalin pertemanan, aturan makan yang benar, aturan tinggal yang benar dan lain sebagainya. Tentunya agar bisa cepat membaur dan betah, cari tahu juga tentang gaya hidup orang-orang seumur agar kamu bisa punya banyak teman.

Semua ini perlu kamu lakukan agar kamu bisa lebih cepat beradaptasi dan mengikuti gaya hidup atau “alur” pergaulan sosial orang-orang di sana. Dengan begitu kamu tidak akan terlalu merasa asing, kaget, dan kesepian. 

2. Adaptasi bukan berarti harus menerima semua budaya tapi tahu cara berkompromi dengan itu

Culture shock muncul karena kamu merasa asing dan tidak cocok dengan budaya tersebut, dan hal itu wajar. Tentunya tidak semua budaya atau gaya hidup yang baru kamu temui di sana wajib kamu terapkan. 

Apabila terdapat budaya atau gaya hidup yang bertentangan dengan keyakinan atau agamamu, jangan langsung anti atau menjelekkannya, tapi berkompromilah dengan hal tersebut. Cari solusi atau jalan tengahnya, bagaimana caranya kamu bisa mengambil tindakan yang tepat saat harus bersentuhan dengan hal tersebut tanpa membuat orang lain merasa tersinggung. Jika perlu, biasakanlah untuk menjelaskan perbedaan budaya atau kebiasaan yang kamu miliki dengan mereka, agar mereka paham dan tidak salah paham. 

3. Wajib punya pemikiran terbuka dan belajar melihat dari perspektif mereka

Kedua poin di atas akan berjalan lancar jika kamu memiliki pemikiran yang terbuka. Saat mengalami culture shock, pasti kamu akan merasa asing, bingung dan muncul perasaan atau pemikiran yang mungkin cenderung negatif seperti penolakan atau menganggap hal tersebut aneh. 

Dengan memiliki pemikiran yang terbuka, kamu akan terbiasa untuk melihat dari berbagai sudut pandang, tidak akan langsung berpikiran negatif, menolak, menghindar atau bahkan mencemooh saat kamu menemukan sebuah budaya yang benar-benar asing bagimu. Jika pemikiran kamu tertutup, tidak mau menerima dan coba melihatnya dengan pandangan yang positif, maka kamu tidak akan pernah bisa beradaptasi dengan baik. Ini justru akan membuat kamu jadi stres dan akhirnya mengganggu perkuliahanmu.

4. Pastikan kamu lancar berbicara bahasanya dalam percakapan sehari-hari

Sebagai mahasiswa asing, kamu pasti akan lebih banyak mengikuti kelas dengan bahasa Inggris di kelas internasional. Namun, bukan berarti kamu tidak perlu benar-benar mempelajari bahasa negara tersebut dengan baik.

Ingin kuliah IT di Luar Negeri plus Peluang Kerja yang Terbuka Lebar?

Perdalam bahasa negara tersebut agar kamu bisa lebih mudah bergaul dengan orang-orang asli sana. Hal ini juga akan membuat kamu lebih mudah untuk memahami aturan atau budaya setempat, khususnya norma-norma tidak tertulis dalam masyarakat. Dengan begitu, mereka akan lebih menyambutmu dengan terbuka dan kamu pun jadi bisa beradaptasi dengan lebih cepat. 

5. Kurangi culture shock dengan banyak bergaul bersama penduduk lokal

Hindari membatasi pergaulanmu hanya dengan sesama mahasiswa Indonesia. Kamu perlu pergaulan yang luas dan teman yang banyak agar kamu bisa cepat beradaptasi dengan budaya di sana sehingga merasa betah. Bergaul dengan teman-teman sesama mahasiswa asing dari negara lain juga baik, karena kamu jadi punya teman untuk berbagi dan yang sedang sama-sama belajar beradaptasi. 

Selain itu, kamu juga bisa mengajak mereka untuk menjalin banyak pertemanan dengan penduduk lokal sehingga proses adaptasi kalian bisa lebih cepat. Biasanya kalau ada teman, kamu jadi lebih terhindar dari rasa malas atau malu untuk menjalin pertemanan baru dengan warga lokal. 

Berkenalan dan dekatkanlah diri dengan banyak warga lokal, baik itu teman sesama mahasiswa, teman satu asrama atau tetangga, dosen, konselor, pedagang atau siapa pun. Dengan banyak bergaul dengan warga lokal, tentunya kemampuan bahasamu juga akan cepat meningkat dan lebih banyak tahu budaya juga gaya hidup sehari-hari masyarakat sana. Bahkan jika sudah cukup dekat, kamu bisa curhat sekaligus minta bantuan tips agar kamu bisa lebih cepat adaptasi.

6. Melakukan kegiatan selingan yang menghibur

Kamu perlu meluangkan waktu untuk tetap mengerjakan hobimu. Mengerjakan hobi akan membuatmu lebih terhibur. Tak masalah pula jika kamu mencari hobi atau kegiatan selingan yang baru. Kalau kamu tetap sibuk, maka akan mengalihkan perhatian kamu dari rasa khawatir yang timbul karena harus beradaptasi dengan tempat baru.

Hobi atau kegiatan selingan lainnya akan membuatku lebih mudah melupakan penat. Tentu, semangatmu untuk melanjutkan aktivitas akan lebih mudah untuk bangkit.

7. Tetap berkomunikasi dengan keluarga dan teman dari tempat asal

Meski berada jauh dari keluarga dan teman-teman di kampung halamanmu, tetaplah jaga komunikasi dengan mereka. Kamu bisa berbagi cerita tentang pengalamanmu di tempat baru atau meminta pendapat akan masalah dan tantangan yang kamu hadapi. Mereka juga biasanya akan memberikan motivasi kepadamu agar kamu lebih semangat menjalani hari-hari di tempat baru.

Quipperian, pastinya proses adaptasi tidak akan selalu mudah dan butuh waktu, jadi jangan menyerah. Jangan biarkan mimpimu berkuliah di kampus impian menjadi berantakan karena tidak kuat terhadap culture shock yang harus kamu hadapi. Semoga lancar kuliahnya!



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang