Mengenal Soft Skill dan Hard Skill yang Berperan dalam Kesuksesan

Soft skill dan hard skill – Quipperian, untuk bisa bersaing di dunia kerja, pastinya kamu membutuhkan keahlian atau skill tertentu. Skill sendiri merupakan kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu, sebagai manusia, kamu harus memiliki skill yang bisa kamu kembangkan, baik secara otodidak maupun melalui berbagai pelatihan.

Di samping itu, skill juga berkaitan dengan ide, pikiran, gagasan, kreativitas, dan akal saat kamu melakukan suatu pekerjaan. Makanya, jika kamu melakukan suatu pekerjaan dengan skill yang mumpuni, kamu pun bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan hasil yang baik. Lantas, bagaimana cara menemukan skill yang ada dalam diri kita?

Salah satu hal yang dapat kamu lakukan untuk menemukan skill adalah berlatih secara rutin. Hal tersebut misalnya bisa kamu lihat pada seorang atlet bulu tangkis. Biasanya, mereka akan berlatih secara rutin supaya skill bermainnya semakin terasah dan akhirnya memiliki kesempatan untuk memenangkan kejuaraan. Kemudian, kamu juga bisa mencoba berbagai hal untuk menemukan skill kamu, misalnya dengan mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah, maupun kegiatan di luar sekolah yang dapat membantu kita dalam menggali potensi.

FYI, terdapat beberapa macam skill yang bisa kamu kembangkan, tetapi umumnya orang-orang lebih mengenal hard skill dan soft skill saja. Hmm, memangnya apa sih yang dimaksud dengan soft skill dan hard skill? Yuk, kita kupas satu-persatu!

Pengertian Soft Skill

Quipperian, meskipun saat belajar di bangku sekolah maupun perkuliahan kamu berhasil memperoleh nilai tinggi, kalau kemampuan akademik itu nggak dibarengi dengan soft skill yang mumpuni, ditakutkan kamu akan mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan karena soft skill dapat menentukan bagaimana kamu berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mulai dari cara berkomunikasi, menempatkan diri dalam berbagai situasi, berpikir kritis, bekerja sama, hingga memimpin orang lain.

So, dapat disimpulkan bahwa soft skill merupakan kemampuan yang bersifat non teknis dan berkaitan dengan kepribadian, karakter, serta kemampuan dalam bersosialisasi dan beradaptasi. Soft skill dapat kamu kembangkan melalui berbagai pengalaman baik di dunia sekolah maupun kampus, sebab kamu akan dihadapkan dengan berbagai macam situasi dan kondisi. Di samping itu, kamu juga akan bertemu dengan banyak orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda.

Pengertian Hard Skill

Jika soft skill merujuk pada kemampuan yang bersifat non teknis, hard skill merupakan suatu keahlian atau keterampilan teknis yang harus kamu miliki untuk mengerjakan sesuatu. Hard skill bisa kamu dapatkan dengan menempuh pendidikan formal dan berbagai pelatihan, seperti program sertifikasi, pelatihan secara mandiri, dan pelatihan dari perusahaan tempat kamu bekerja nanti.

Hard skill biasanya merujuk pada suatu keahlian, seperti penguasaan akan ilmu pengetahuan, teknologi, hingga keterampilan teknis yang sesuai dengan bidang yang kamu geluti. FYI, hard skill merupakan kemampuan yang bisa dipelajari, dievaluasi, dan juga diukur. Dengan demikian, saat proses perekrutan karyawan, perusahaan dapat membandingkan hard skill satu kandidat dengan calon pegawai lainnya. Hal tersebut biasanya dilakukan dengan melihat Curriculum Vitae (CV), portofolio, ataupun dengan menyelenggarakan tes hard skill untuk calon pegawai.

Perbedaan antara Soft Skill dan Hard Skill

Baik di dunia sekolah, perkuliahan, maupun pekerjaan, soft skill dan hard skill sama-sama dibutuhkan. Sebab, dengan memiliki kedua keahlian tersebut, kamu akan mampu mengerjakan tugas dengan baik dan membuat hasil yang maksimal. Lantas, apa sih yang membedakan soft skill dengan hard skill?

a. Asal muasal pembagiannya

Untuk membedakan soft skill dan hard skill, kamu bisa mencari tahu asal muasal pembagian dua keahlian tersebut. Umumnya, soft skill seseorang dapat dilihat dari besarnya Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional, sementara hard skill terlihat dari besarnya Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan intelektual.

Dengan demikian, jika kamu memiliki IQ tinggi, maka kamu cenderung memiliki hard skill yang baik, begitu pula dengan EQ. Oh ya, EQ sendiri adalah hal yang terbentuk dari keluarga, lingkungan, dan sebagainya. Selain itu, besarnya EQ juga tergantung dari bagaimana seseorang dapat mengolah emosinya.

b. Dilihat dari sifatnya

Perbedaan soft skill dan hard skill juga bisa kamu lihat melalui sifat keduanya. Soft skill memiliki sifat yang lebih subjektif, sementara hard skill lebih objektif. Hal ini disebabkan karena soft skill nggak bisa diukur dan hanya bisa dilihat melalui cara seseorang menghadapi masalah, berkomunikasi, bekerja sama, dan sebagainya. Oleh karena itu, terdapat tahap wawancara di dalam proses rekrutmen yang akan mempermudah pihak perusahaan mengetahui soft skill seseorang.

Sedangkan, hard skill dapat diukur dan dilihat dari berbagai macam pembuktian, seperti nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), sertifikat, IQ, dan lain-lain. Sederhananya, berbagai hard skill yang kamu miliki dapat kamu cantumkan di dalam CV, sedangkan soft skill hanya bisa kamu tunjukkan lewat sikap dan perilaku. Nah, supaya kamu lebih paham lagi mengenai perbedaan dua skill tersebut, kita simak yuk contoh soft skill dan hard skill di bawah ini!

Contoh Soft Skill dan Hard Skill

Quipperian, seperti yang sudah dijelaskan di atas ya, kamu akan semakin mudah dalam mengerjakan sesuatu dengan memiliki soft skill dan hard skill . Jika soft skill akan membantu kamu dalam mengembangkan diri dan bertahan hidup, hard skill akan banyak membantu kamu saat menyelesaikan pekerjaan. Inilah yang membuat kombinasi di antara keduanya sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Kira-kira apa aja sih contoh dari soft skill dan hard skill?

1. Contoh Soft Skill

Soft skill merupakan skill yang berhubungan langsung dengan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, cara terbaik untuk meningkatkannya adalah memperbanyak interaksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar. Selain itu, kamu juga bisa mempelajari skill ini melalui berbagai pelatihan yang tersedia. Berikut adalah beberapa soft skill yang wajib kamu kembangkan:

a. Komunikasi

Soft skill pertama yang wajib kamu miliki adalah kemampuan berkomunikasi, baik secara personal maupun profesional. Selain itu, soft skill komunikasi yang harus kamu kuasai mencakup komunikasi verbal dan juga komunikasi non verbal, mulai dari berbicara, menulis, mendengarkan, menyimak, hingga mempresentasikan suatu hal.

b. Berpikir kritis

Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir secara rasional dan melihat permasalahan dengan objektif, sehingga hasil yang didapatkan sesuai dengan fakta. Soft skill berpikir kritis dapat membantu kamu dalam menyaring informasi. Agar kemampuan berpikir kritis semakin terasah, kamu bisa membiasakan diri untuk menyerap informasi dengan hati-hati. Selain itu, kamu juga bisa melatihnya dengan membaca.

c. Kerja sama

Nggak cuma saat bekerja, kerja sama juga merupakan salah satu soft skill yang banyak diperlukan untuk pelajar maupun mahasiswa. Dengan skill yang satu ini, kamu dapat lebih mudah dalam menyelesaikan masalah, menciptakan ide yang lebih beragam, pekerjaan menjadi lebih efektif, dan masih banyak lagi.

d. Kepemimpinan

Agar dapat survive di dunia kerja, kamu juga membutuhkan soft skill kepemimpinan atau leadership. Salah satu contohnya adalah saat kamu harus memimpin sebuah proyek perusahaan. Sementara untuk para mahasiswa, skill ini dapat membantu kamu saat terjun ke dalam sebuah organisasi maupun komunitas.

e. Manajemen waktu

Dengan memiliki skill manajemen waktu yang baik, kamu dapat menyelesaikan berbagai kegiatan secara efisien. Misalnya, saat ini kamu sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik, tetapi karena kamu tetap ingin mengembangkan bakatmu di bidang seni lukis, kamu pun mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni yang ada di kampusmu. Agar semua kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik, kamu harus memiliki skill manajemen waktu.

Selain yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa contoh soft skill lainnya, seperti berpikir kreatif, membangun relasi, problem solving, public speaking, dan sebagainya.

2. Contoh Hard Skill

Setiap orang pastinya memiliki hard skill yang berbeda-beda, tergantung dengan pendidikan formal, program pelatihan, maupun kursus yang diambil. Berikut ini adalah beberapa contoh hard skill yang banyak dibutuhkan perusahaan:

a. Computer skills

Computer skills merupakan kegiatan untuk mengasah kemampuan seseorang dalam mengoperasikan apapun yang berkaitan dengan komputer, mulai dari menjalankan berbagai program, mengetahui fungsi dari setiap software, dan lain-lain. Skill ini sangat dibutuhkan sebab teknologi komputer dapat mempermudah kamu dalam menyelesaikan pekerjaan. Beberapa skill komputer yang bisa kamu asah di antaranya adalah menggunakan Microsoft Word, Excel, Powerpoint, dan sebagainya. 

b. Design skills

Buat kamu yang bercita-cita menjadi seorang desainer, pastinya kamu wajib memiliki design skills yang bisa kamu peroleh melalui pendidikan formal, seperti mengambil Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), maupun mengikuti berbagai pelatihan. Sebagai seorang desainer, beberapa design tools yang perlu kamu kuasai adalah Photoshop, Illustrator, UX/UI design, Corel Draw, inDesign, dan lain-lain.

c. Writing skills

Kalau kamu memiliki kemampuan menulis, jangan disia-siakan ya. Sebab, saat ini banyak banget pekerjaan yang membutuhkan skill menulis, mulai dari content writer, copywriter, editor, dan masih banyak lagi. Untuk itu, kamu bisa mengasah kemampuanmu dengan mengembangkan beberapa writing skills, seperti storytelling, copywriting, email writing, dan presentation writing.

Itulah beberapa contoh hard skill yang banyak dibutuhkan perusahaan, selain itu juga terdapat skill-skill lainnya, seperti kemampuan berbahasa asing, marketing, data analytic, riset dan analisis, manajemen proyek, dan masih banyak lagi.

Gimana, Quipperian? Setelah membahas serba-serbi mengenai soft skill dan hard skill, kamu jadi semakin paham dong tentang perbedaannya?

Penulis: Amelia Istighfarah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani