Ketahui Gaji Translator dan Daftar Skill yang Harus Dimiliki

Salah satu jenis pekerjaan yang bisa Quipperian pilih jika memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik adalah menjadi seorang translator. Profesi ini terbilang cukup populer dan peluang kerjanya luas banget lho! Nah, berapa ya potensi gaji translator?

Sebelum membahas hal tersebut, pahami dahulu beberapa hal penting tentang pekerjaan translator. Pada prinsipnya, translator bisa diartikan sebagai penerjemah. Namun, dalam penggunaannya di dunia profesional, tidak semua penerjemah disebut translator.

Pengertian Translator

Translator adalah profesi yang tugasnya menerjemahkan tulisan atau dokumen dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Jadi, seorang translator hanya bekerja untuk menerjemahkan teks, baik itu berupa buku, subtitle film, dokumen hukum, dokumen bisnis, dan teks-teks populer lainnya. Sedangkan orang yang bekerja sebagai penerjemah lisan itu disebut interpreter.

Sekalipun kelihatannya interpreter dan translator memiliki cakupan pekerjaan yang hampir sama, tetapi dalam melakukan pekerjaannya seorang translator tidak hanya sebatas menerjemahkan kalimat per kalimat dari suatu dokumen.

Translator wajib memahami teks yang ingin diterjemahkan secara tekstual dan kontekstual. Pemahaman itu dibutuhkan agar pembaca dapat memahami teks terjemahan secara utuh dan sesuai dengan apa yang maksud pada teks awal.

Tanggung Jawab Translator

Dalam menjalani pekerjaan sebagai translator entah itu bergabung di suatu perusahaan ataupun secara personal, ada beberapa tanggung jawab yang tidak boleh terabaikan. Beberapa hal yang menjadi tanggung jawab translator antara lain:

  • Menghadiri brainstorming dengan tim dan klien untuk persiapan penerjemahan.
  • Menulis dan mengedit hasil terjemahan hingga dapat dengan mudah dipahami.
  • Menyiapkan ringkasan dari teks yang sudah diterjemahkan untuk diperiksa oleh client.
  • Melakukan pengecekan pada hasil terjemahan mulai dari struktur penulisan hingga konteks.
  • Diskusi dengan editor untuk memastikan bahwa terjemahan sudah sesuai dengan makna aslinya.
  • Berkonsultasi dengan ahli yang memahami topik yang diterjemahkan dengan baik.

Agar dapat menunaikan kewajibannya dengan baik, translator juga wajib memiliki beberapa skill penting. Dengan skill tersebut diharapkan dapat lebih memaksimalkan hasil terjemahan dan prosesnya lebih efisien.

Skill yang Wajib Dimiliki Translator

Beberapa skill penting yang perlu dimiliki translator antara lain:

1. Pemahaman bahasa yang baik

Skill dasar yang wajib dimiliki translator adalah pemahaman bahasa yang baik. Tentu saja bahasa yang dimaksud adalah bahasa yang menjadi spesialisasi seorang translator dalam menerjemahkan. Sangat memungkinkan seorang translator dapat menangani lebih dari 2 bahasa dan itu menjadi keuntungan tersendiri.

2. Kemampuan membaca dan menulis

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwasanya translator itu berfokus pada terjemahan tulisan. Untuk itu, tentunya dalam melakukan pekerjaannya translator perlu memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik.

Hal ini akan sangat bermanfaat ketika mengerjakan project penerjemahan dengan kuantitas yang sangat besar, misalnya menerjemahkan terjemahan buku dengan ratusan atau ribuan halaman. Dengan kemampuan membaca dan menulis yang baik, seorang translator bisa menghasilkan terjemahan dengan kualitas yang konsisten.

3. Memahami budaya

Kemampuan memahami budaya akan membantu translator dalam memahami dengan baik konteks dari sebuah kalimat yang ingin diterjemahkan. Sangat besar kemungkinan maksud yang terkandung dalam suatu teks akan dipahami berbeda oleh pembaca ketika pendekatan terjemahannya kanya sebatas teks. Hal itu bisa terjadi karena budaya dapat berpengaruh pada gaya penulisan dan diksi yang digunakan. Untuk itu, dengan pendekatan budaya translator bisa menemukan diksi yang lebih sesuai.

Nah, setelah mengetahui pengertian, tanggung jawab, dan skill yang yang wajib kamu miliki jika ingin menjadi seorang translator, tiba waktunya membahas potensi gaji yang bisa diperoleh seorang translator.

Gaji Translator

Berapa sih gaji seorang translator? Merujuk pada hasil survei gajimu.com, translator pemula dengan latar belakang pendidikan S1 bisa mendapatkan gaji bersih Rp4.660.132. Sedangkan translator yang telah bekerja kurang dari 5 tahun bisa mendapatkan gaji Rp4.754.273 sampai dengan Rp5.360.428.

Lalu, translator yang telah memiliki pengalaman kerja antara 5 sampai 10 tahun berpotensi mendapatkan gaji sebesar Rp5.468.716 sampai dengan Rp5.924.189. Sedangkan translator yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun bisa memperoleh gaji lebih dari Rp6.165.960.

Intinya, pengalaman kerja pada profesi translator menjadi salah satu parameter penting dalam menentukan jumlah gaji. Selain pengalaman kerja, tentunya track record selama aktif sebagai translator juga akan sangat berpengaruh pada jumlah gaji yang bisa diperoleh. Dengan track record yang baik plus kepuasan klien yang pernah bekerja sama, akan semakin meningkatkan nilai tawar seorang translator.

Cara Menjadi Translator

Untuk menjadi translator, ada beberapa proses yang harus kamu tempuh untuk mewujudkannya.

1. Menyelesaikan program pendidikan formal tingkat D3 atau S1

Tahap pertama yang harus kamu tempuh adalah menyelesaikan pendidikan pendidikan D3 atau S1 pada jurusan bahasa asing yang kamu inginkan. Ini adalah tahap awal yang tidak boleh kamu abaikan. Mengapa? Karena umumnya perusahaan atau lembaga yang membutuhkan translator menginginkan pegawai yang merupakan lulusan jurusan bahasa asing.  Ijazah atau surat keterangan lulus yang kamu peroleh bisa menjadi validasi atas kemampuan dasar yang kamu miliki untuk melamar posisi tersebut.

Jika sampai saat ini kamu masih bingung memilih kampus yang cocok untuk belajar bahasa asing, maka kamu bisa pertimbangkan memilih Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA (STBA JIA). Kampus ini memiliki 2 jurusan yang bisa kamu pilih yaitu Bahasa Inggris (Program S1 dan D3) dan Bahasa Jepang (Program S1 dan D3).

Semua program studi yang ada di STBA JIA didukung berbagai fasilitas penunjang kegiatan perkuliahan yang dapat melatih kemampuan  berbahasa mahasiswa secara mandiri, seperti Self Access Learning Center Atmosphere (SALCA), laboratorium bahasa dan laboratorium komputer, dan perpustakaan dan peralatan audio visual.

Jika kamu berminat, masih ada 2 gelombang pendaftaran yang terbuka yaitu Gelombang 3 pada periode 9 April – 24 Juni 2022 dan Gelombang 4 pada periode 25 Juni – 19 Agustus 2022.

2. Lengkapi diri dengan sertifikasi

Selain menyelesaikan program pendidikan formal, ada baiknya kamu juga mengikuti program sertifikasi profesi penerjemah. Program ini diselenggarakan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI).

3. Memilih spesialisasi

Setelah menyelesaikan pendidikan, selanjutnya kamu perlu menentukan spesialisasi penerjemahan yang akan kamu tekuni. Ada baiknya kamu memilih spesialisasi penerjemahan jenis teks dan topik khusus. Dengan begitu, kamu akan terlihat lebih profesional dan akan mudah dikenal orang yang butuh jasa translator untuk suatu topik atau teks tertentu.

4. Promosikan jasamu

Setelah memastikan kemampuan dan spesialisasi bidang penerjemahan yang kamu tekuni, selanjutnya kamu tinggal memasarkan jasamu sebagai translator. Saat ini sudah banyak media promosi yang bisa kamu gunakan baik yang gratis maupun yang berbayar.

Satu hal penting yang perlu kamu lakukan untuk memasarkan jasamu adalah membuat website pribadi yang memuat informasi penawaran jasa translator dan portofolio project yang pernah kamu kerjakan untuk meningkatkan ketertarikan dan kepercayaan calon klien.

Nah, itulah beberapa informasi penting seputar profesi translator yang perlu kamu ketahui. Profesi ini memiliki prospek menjanjikan jika kamu tekun menjalaninya dan bisa memanfaatkan setiap peluang. Semangat Quipperian!

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani