Home » Mapel » Sejarah » Candi Singosari – Sejarah, Lokasi, Arsitektur, Fungsi

Candi Singosari – Sejarah, Lokasi, Arsitektur, Fungsi

by sereliciouz

Hai, Quipperian! Apakah Quipperian pernah mendengar Prasasti Gajah Mada? Itu adalah peninggalan dari Kerajaan Singosari yang ditemukan di pelataran candi ini, lho. Sesuai dengan namanya, candi ini adalah peninggalan dari Kerajaan Singosari dan dianggap sebagai candi tertinggi pada masanya. Candi peninggalan dari ajaran agama Hindu-Budha ini ditemukan pada abad ke-18, sekitar tahun 1800 hingga 1850. 

Menurut kitab Negarakertagama, Candi Singosari dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap raja terakhir Kerajaan Singosari, Raja Kertanegara yang wafat pada tahun 1292 masehi akibat serangan tentara Gelang-Gelang yang dipimpin Jayakatwang. 

Banyak ahli arkeolog yang berpendapat bahwa candi ini tidak pernah selesai dibangun. Hmm, kira-kira kenapa, ya? Quipperian penasaran? Simak penjelasan lengkap mengenai sejarah Candi Singosari di artikel ini. Let’s find out!

Lokasi Candi Singosari

Lokasi candi singosari

Sumber: maps.google.com

Candi Singosari berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, atau sekitar 9 kilometer dari kota Malang ke arah utara. Candi ini terletak di lembah antara pegunungan Tengger dan gunung Arjuna dengan ketinggian 512 meter di atas permukaan laut. Merupakan salah satu objek wisata candi yang paling populer di Jawa Timur. Terlihat dari daftar pengunjung yang ada, terlebih saat akhir pekan dan musim liburan. Adapun waktu operasional objek wisata candi ini adalah dari pukul 07.00 hingga 17.00 setiap harinya.

Sejarah Candi Singosari

Sejarah Candi Singosari

Sumber: en.wikipedia.org

Seperti yang telah dijelaskan di awal artikel, Candi Singosari dibangun sebagai tempat pendharmaan Raja Kartanegara yang juga merupakan raja terakhir dari Kerajaan Singosari. 

Penghormatan Raja Kertanegara terwujud dalam tiga arca yang melambangkan Trikaya atau nilau yang paling dianggap agung, yaitu:

  1. Siwa-Budha dalam bentuk Bhairawa yang melambangkan Nirmanakaya;
  2. Ardhanari yang melambangkan Sanbhokaya;
  3. Jina dalam bentuk Aksobhya yang melambangkan Dharmakaya.

Arsitektur, Peninggalan, Relief, dan Corak

Denah Candi Singosari

Sumber: en.wikipedia.org

Candi Singosari terbuat dari batuan andesit yang dibangun dengan cara ditumpuk meninggi ke atas, menghadap ke barat, dan berdiri pada alas bujur sangkar dengan ukuran 14 meter persegi. Kemudian, dibuat relief yang diukir dari atas menuju ke bawah. 

Salah satu ciri khasnya adalah tubuh candi terletak atau berdiri di atas batur kaki setinggi 1,5 meter tanpa adanya relief pada bagian kaki candi.

1. Struktur Ruang Utama 

Salah satu hal menarik lainnya adalah struktur dari letak ruang utama dan bilik-bilik candi yang berada di kaki candi. Hal ini berbeda bila dibandingkan dengan candi-candi di Jawa yang umumnya memiliki ruang utama dan bilik-bilik yang berada di badan candi. 

Padahal biasanya, bagian pada kaki candi memiliki fungsi sebagai dasar candi, sedangkan badan candi untuk menempatkan berbagai arca atau patung yang diberi pola pada bilik-bilik kecil tersebut. 

2. Peninggalan Candi Singosari

Candi ini memiliki banyak peninggalan berupa ukuran, relief, dan arca. Hal tersebut terlihat pada ruang utama candi yang terdapat lingga dan yoni yang merupakan simbol energi maskulin dan feminin pada kehidupan. Kemudian terdapat juga arca Ganesha di sisi timur dan arca Siwa-Guru (Resi Agastya) di sisi selatannya. 

Di area candi juga terdapat arca Prajnaparamita atau dewi kebijaksanaan yang saat ini berada di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

3. Arca Dwarapala, Patung Raksasa Penjaga Candi Singosari

Tidak jauh dari area candi atau sekitar 300 meter ke arah barat, Quipperian dapat menemui dua arca Dwarapala yang dianggap sebagai penjaga gerbang candi. Arca Dwarapala memiliki tinggi 3,7 meter dan lingkar tubuh hingga 3,8 meter. 

Menurut Dwi Cahyono, arkeolog dari Universitas Negeri Malang, keberadaan arca Dwarapala dahulu merupakan penjaga gerbang masuk untuk ke istana Raja Kertanegara di tahun 1268 hingga 1292 masehi.

Fungsi Candi

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, pembangunan candi ini ditujukan sebagai persembahan untuk penghormatan dan pendharmaan kepada Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari. 

Terdapat dua candi di wilayah Jawa Timur yang dibangun dengan tujuan yang sama, yaitu Candi Jawi dan Candi Singosari ini. Sama halnya dengan Candi Jawi, terdapat arca Syiwa yang berada di halaman candi.

Demikian penjelasan mengenai sejarah Candi Singosari yang seru dan menarik untuk diketahui dan Quipperian pelajari. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan sejarah kamu, ya. Agar kamu tetap semangat belajar di rumah saat masa pandemi seperti ini, yuk buruan langganan Quipper Video. Jika belum berlangganan, bisa daftar sekarang di sini

[spoiler title=SUMBER]

  • candi.perpusnas.go.id/
  • nativeindonesia.com/
  • sejarahlengkap.com/
  • berbol.co.id/[/spoiler]

 

Lainya untuk Anda