Home » Mapel » Sosiologi » Lembaga Sosial: Pengertian & Bentuk-bentuknya

Lembaga Sosial: Pengertian & Bentuk-bentuknya

by sereliciouz

Lembaga Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang enggak bisa menjalani kehidupan sendirian. Untuk itu, kita membutuhkan orang lain. Interaksi dengan orang lain adalah satu hal yang penting sebab bisa memberi kamu banyak informasi yang diperlukan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

Banyaknya jumlah informasi di sekitar membuat pikiran manusia secara alami berkembang untuk berinteraksi dalam dunia sosial. Lalu, dengan adanya perbedaan tujuan dari masing-masing manusia, hal ini bisa menciptakan hubungan sosial dalam bentuk kerja sama maupun pertentangan. 

Kerja sama terwujud karena adanya sifat manusia yang saling membutuhkan satu sama lain. Sementara pertentangan terlahir karena adanya perbedaan pola pikir dari manusia. 

Nah, untuk mencapai ketertiban sosial dalam bermasyarakat, kamu membutuhkan alat dan pola untuk bisa mengaturnya. Alat inilah yang dinamakan sebagai lembaga sosial atau institusi sosial. 

Lembaga sosial terbentuk dengan adanya dorongan kesamaan pandangan dan keinginan bersama untuk bisa hidup secara teratur. Untuk itu, di dalam lembaga akan ada aturan yang disepakati bersama untuk mencapai tujuannya. Supaya kamu lebih memahami materi lembaga sosial – IPS kelas 7, langsung saja kita lihat yuk penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Sih Lembaga Sosial Itu?

Lembaga sosial atau institusi sosial adalah pihak yang mengatur rangkaian atau prosedur terkait dengan hubungan antarindividu dalam kehidupan bermasyarakat. 

Maksud dan tujuan lembaga ini dibentuk supaya manusia memiliki keteraturan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan itu bisa berupa pengontrolan terhadap tingkah laku kita dalam bermasyarakat.

Untuk membedakannya dengan lembaga lain, lembaga sosial memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali seperti:

  • Memiliki tujuan dan fungsi yang jelas;
  • Adanya simbol atau lambang tertentu;
  • Sebagai cerminan nilai dan norma sosial dalam masyarakat;
  • Memiliki tata tertib di dalamnya baik tertulis maupun tidak tertulis;
  • Adanya aturan yang mengikat atau tradisi;
  • Memiliki kekekalan atau jangka waktunya;
  • Untuk mencapai tujuan memiliki alat perlengkapan.

Quipperian, lembaga sosial tentu memiliki perbedaan karena latar belakang atau proses yang melandasinya berbeda. Untuk itulah, secara garis besar lembaga sosial dikelompokkan menjadi beberapa tipe seperti tabel berikut ini.

No Sistem Nilai Penerimaan Masyarakat Pengembangannya Fungsinya Penyebarannya
1 Primer

Lembaga yang bersifat pokok dalam mengatur hubungan masyarakat

Approved

Institution

Lembaga yang sudah diterima masyarakat

Crescive Social Institutions

Lembaga yang pembentukannya tidak sengaja tumbuh dan berkembang

Operative Social Institutions

Lembaga yang menjalankan kebijakan

General Social Institutions

Lembaga yang memiliki nilai tinggi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat

2 Sekunder

Lembaga yang bertindak sebagai pendukung

Unsanctioned

Institution

Lembaga tidak diinginkan oleh masyarakat

Enacted Social Institutions

Lembaga yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu

Regulative Social Institutions

Lembaga yang membuat kebijakan

Restricted Social Institutions

Lembaga yang keberadaannya tertutup dan terbatas

Bentuk-Bentuk Lembaga Sosial

Sebagai lembaga yang berada di lingkungan masyarakat, lembaga sosial juga memiliki bentuk yang berbeda satu sama lain. Setidaknya ada 5 bentuk lembaga sosial dalam menjalankan fungsinya masing-masing. Berikut penjelasan bentuk-bentuk lembaga sosial, guys.

1. Lembaga Keluarga

Keluarga adalah kesatuan masyarakat terkecil yang beranggotakan ayah, ibu, dan anak. Bisa dibilang ini adalah lembaga sosial pertama yang dimiliki seseorang. Lembaga ini juga sekaligus menjadi tempat pertama untuk manusia dalam menanamkan nilai dan norma. 

Enggak hanya itu, keluarga juga menjadi tempat kamu belajar untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam masyarakat, serta mengekspresikan diri melalui emosi dan cara berkomunikasi. 

Lalu, setelah sebuah keluarga sudah terbentuk, anggota di dalamnya memiliki tugas masing-masing. Nah, tugas yang harus dilakukan inilah yang disebut dengan fungsi. Ada beberapa fungsi keluarga sebagai lembaga sosial seperti:

  • Biologis: Fungsi ini berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan seksual bagi suami istri. Intinya, keluarga sebagai lembaga sosial yang berfungsi untuk mengembangkan keturunan mereka.
  • Sosialisasi anak: Keluarga memegang peran dalam membentuk kepribadian anaknya. Melalui fungsi ini diharapkan keluarga bisa menyiapkan bekal kepada anak seperti keyakinan, cita-cita, dan tingkah laku dalam bermasyarakat.
  • Afeksi: Tentu, setiap manusia membutuhkan kasih sayang dan cinta. Untuk itu, keluarga difungsikan sebagai wadah dalam menciptakan kasih sayang bagi setiap anggotanya.
  • Religius: Diharapkan pendidikan agama dalam keluarga juga perlu dikembangkan supaya bisa menjalankan agama dengan penuh ketakwaan.
  • Penentuan status: Status di sini merupakan peran para anggota keluarga tersebut. Misalnya ada ayah, ibu, kakak, adik, dsb.
  • Ekonomis: Keluarga harus bisa memenuhi kebutuhan pokok bagi anggotanya seperti makanan dan minuman, tempat tinggal, dan pakaian.
  • Rekreatif: Fungsi ini memiliki tujuan dalam memberikan suasana yang gembira bagi keluarga.
  • Edukatif: Pendidikan juga merupakan tanggung jawab dari keluarga sebagai guru pertama dalam mendidik manusia. 
  • Protektif: Keluarga diharapkan bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para anggotanya. Perlindungan ini berupa fisik, ekonomi, maupun psikologis.
  • Manifes: Sama halnya dengan fungsi biologis tadi, hanya saja pada fungsi ini keluarga harus bisa mengatur hubungan biologis atau reproduksinya sendiri.
  • Laten: Ini adalah fungsi dimana setiap anggota keluarga wajib menjaga nama baik keluarga.

2. Lembaga Agama

Lembaga selanjutnya terkait dengan lembaga sosial adalah lembaga agama. Ini merupakan lembaga yang mengatur kehidupan atau tingkah laku manusia yang berkaitan dengan hidup beragama. 

Agama sendiri merupakan sistem atau ajaran yang mengatur tata keimanan manusia kepada Tuhan dan tata kaidah dalam pergaulan manusia. Ada beberapa fungsi dari lembaga agama, yaitu:

  • Laten: Mengajarkan kita tentang kerukunan serta menyatukan pemeluknya dalam ikatan persaudaraan.
  • Manifes: Sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan dan memenuhi kebutuhan seseorang untuk berhubungan dengan Tuhan dan sesamanya.

Selain memiliki fungsi, lembaga agama juga memiliki beberapa unsur yang melekat dalam dirinya, yaitu:

  • Kepercayaan di mana setiap agama memiliki kepercayaan yang pasti kepada Tuhan, kitab, dan nabi-nabi.
  • Simbol menjadi unsur lembaga agama yang bisa berupa ucapan, pakaian, tulisan, maupun tindakan.
  • Unsur praktik keagamaan ini seperti salat, puasa, kebaktian, semedi, dsb.
  • Umat atau pemeluk agama.
  • Setiap pemeluk agama tentu memiliki unsur pengalaman keagamaan yang telah dilaluinya.

3. Lembaga Pendidikan

Quipperian, pendidikan memang sangat penting bagi kehidupan manusia, sebab melalui pendidikanlah kamu bisa mengembangkan potensi diri. Pendidikan juga membimbing kamu menuju kecerdasan pengetahuan, yang sebelumnya tidak pernah tahu menjadi tahu. 

Untuk menjalankan fungsi pendidikan, dibutuhkan suatu tempat atau lembaga dalam berlangsungnya proses belajar mengajar itu. Nah, berdasarkan sifatnya itu lembaga pendidikan sendiri terbagi menjadi 3 bentuk, yaitu:

  • Pendidikan formal yang merupakan lembaga pendidikan resmi yang wajib dilaksanakan di sekolah dan pendiriannya diatur perundang-undangan. Pendidikan formal ini meliputi pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
  • Pendidikan informal adalah pendidikan yang terselenggaranya itu tidak resmi, misalnya seperti keluarga, PAUD, pendidikan keagamaan, dll.
  • Pendidikan nonformal merupakan pendidikan tambahan bagi kamu yang membutuhkan. Keterampilan atau pengetahuan khusus biasanya dipelajari dalam pendidikan nonformal. Contoh dari pendidikan ini adalah lembaga pelatihan, tempat kursus, dsb.

Supaya kamu lebih memahami materi lembaga sosial, ada juga lho beberapa fungsi dari lembaga pendidikan, seperti:

  • Manifes: Lembaga pendidikan memiliki fungsi dalam mentransfer ilmu pengetahuan, wadah mengembangkan potensi bagi seseorang, memberi bekal persiapan untuk bekerja, serta sebagai sarana melestarikan budaya.
  • Laten: Fungsi ini menempatkan lembaga pendidikan untuk mempertahankan sistem kelas sosial dan mengembangkan hubungan sosial seseorang.

4. Lembaga Ekonomi

Kamu tentu sudah enggak asing kan dengan Bank Indonesia, BUMN, dan Kementerian Perdagangan? Yup, mereka adalah lembaga ekonomi di negara kita. Lembaga ekonomi berfungsi menjalankan ekonomi untuk masyarakat supaya kebutuhan hidup masyarakatnya terpelihara. 

Lembaga ini juga hadir sebagai bentuk usaha manusia untuk menyesuaikan dirinya dengan alam dalam memenuhi kebutuhan hidup. Oh iya, adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lembaga ekonomi seperti dari produksi, distribusi, dan konsumsi jasa maupun barang. 

Nah, supaya aktivitas lembaga ekonomi itu berjalan lancar, setidaknya ada 5 unsur di dalamnya yaitu:

  • Lembaga ekonomi biasanya akan menghasilkan unsur pola perilaku bagi kita yaitu efisiensi, profesionalisme, penghematan, dan mencari keuntungan.
  • Adanya unsur budaya simbolis, menghasilkan sebuah simbolis dalam menjalankan perekonomian yakni merk dagang, slogan, hak paten, dan lagu komersial.
  • Unsur ideologi menjadi landasan lembaga ekonomi dalam menjalankan kegiatannya, misalnya liberalisme, manajerial, kebebasan berusaha, tanggung jawab, dsb.
  • Unsur kode spesialisasi berupa kontrak, akte perusahaan, atau lisensi dalam menjalankan lembaga ekonomi.
  • Lembaga ekonomi juga tentu memiliki unsur budaya manfaat yang bentuknya toko, pasar, kantor, formulir, pabrik, dsb.

Terbentuknya lembaga ekonomi bukan hanya mengatur perekonomian masyarakat, namun lembaga ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya seperti:

  • Manifes: Seperti yang tadi sudah disebutkan, kalau lembaga ekonomi berperan dalam menjalankan kegiatan produksi, distribusi, maupun konsumsi. Ketiga kegiatan ini saling berkaitan, untuk itulah keseimbangannya harus tetap dijaga.
  • Laten: Adanya lembaga ekonomi tentu saja diharapkan bisa mensejahterakan kehidupan masyarakatnya.

5. Lembaga Politik

Lembaga sosial terakhir yang akan Quipper Blog bahas adalah lembaga politik. Ini merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyatukan dan menyelenggarakan kepentingan bersama. Tujuan akhirnya sih supaya masyarakat bisa hidup tertib dalam berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. 

Kamu bisa lho menemukan lembaga politik di Indonesia, misalnya saja seperti MPR, DPR, dan Presiden. Lembaga-lembaga itulah yang membantu kita menangani masalah terkait aturan, administrasi, dan tata tertib bermasyarakat. Supaya kamu lebih mengenal lembaga politik, berikut ini adalah beberapa fungsi lainnya:

  • Manifes: Lembaga politik memiliki fungsi dalam menyalurkan aspirasi masyarakat dan melindungi masyarakat lewat jalur diplomasi. Selain itu, lembaga politik juga berfungsi mengatur, mengawasi, dan mengajak masyarakatnya untuk taat pada undang-undang yang berlaku.
  • Laten: Ketika menjalankan fungsinya, lembaga politik juga bisa meningkatkan jiwa patriotik dalam berbangsa dan bernegara.

Quipperian, itulah tadi penjelasan materi lembaga sosial – IPS kelas 7 secara lengkap. Semoga penjelasan tersebut bisa menambah pengetahuan kamu ya dalam memahami lembaga sosial. Perlu diingat, peran lembaga-lembaga tadi sangat besar untuk kehidupan bermasyarakat.

Nah, kalau kamu masih penasaran dengan materi ini atau materi lainnya, yuk langsung daftar Quipper Video! Kamu bisa belajar bersama tutor profesional lewat latihan soal, rangkuman, dan ulasan video. Segera subscribe, ya!

[spoiler title=SUMBER]

  • pustakabergerak.id/
  • lifepersona.com/
  • britannica.com/[/spoiler]

Lainya untuk Anda